<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>satucahaya</title>
    <link>http://satucahaya.blogdrive.com/</link>
    <description>Kuraih Cinta pada Cahaya-Nya</description>
    <lastBuildDate>Mon, 10 Mar 2008 11:30:03 PDT</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2008.</copyright>
    <category>Poetry</category>
    <category>Art</category>
    <category>Music</category>
    <item>
      <title>Maaf</title>
      <link>http://satucahaya.blogdrive.com/archive/24.html</link>
      <pubDate>Mon, 10 Mar 2008 04:27:50 GMT</pubDate>
      <description>Aku tak pernah bisa
meski hanya menghapus sisa bayangmu
yang melekat erat menjerat

Aku bukan memujamu
meski kutak pernah bisa menyangkal
memori itu sama sekali belum bisa terganti
dengan apapun

Biar kini kau tak lagi disini
menulis lembar-lembar diary pada petak hariku
tapi bola matamu selalu saja menemani sendiriku

Maaf...
Aku masih mencintaimu
 
</description>
      <comments>http://satucahaya.blogdrive.com/comments?id=24</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Satu Cahaya</title>
      <link>http://satucahaya.blogdrive.com/archive/23.html</link>
      <pubDate>Mon, 04 Feb 2008 03:04:32 GMT</pubDate>
      <description>pada jingga-Mu senja ini
aku menulis tentang kekalutan yang tiba-tiba melandaku
tak bisa bergerak
sekedar melihat awan-awan emas berarak melintasi cakrawala
lalu mengagumi-Mu
lalu menyembah-Mu

mengapa kegelapan disepanjang waktuku
jauh lebih merajai daripada keindahan senja-Mu ini
hingga aku kehilangan persembahan
kehilangan Isya', Subuh, Dhuhur, Ashar juga Maghrib-Mu

begitu saja aku terpelanting jatuh
terkapar pada perjamuan syetan
dimana setiap hari selalu menyuguhkan keindahan semu
hitam dan serasa memuaskan

duh Gusti,
aku begitu rindu perjamuan kita berdua
digelaran sajadah juga... (more)</description>
      <comments>http://satucahaya.blogdrive.com/comments?id=23</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Kembali Hampa</title>
      <link>http://satucahaya.blogdrive.com/archive/22.html</link>
      <pubDate>Tue, 29 Jan 2008 08:22:38 GMT</pubDate>
      <description>
 Setelah lelapku bersemayamdalam hening seperti kematian yang tiba-tibaaku bangun bersama nafas tersengal-sengalmencampakkan mimpi gelisahyang baru saja menamparkuah sepi disini, pada kemana?jejak pun tak adaapalagi cengkerama dan canda tawagundahku membucahterasa lelahapalagi?kecuali pasrah
     
</description>
      <comments>http://satucahaya.blogdrive.com/comments?id=22</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Aku</title>
      <link>http://satucahaya.blogdrive.com/archive/21.html</link>
      <pubDate>Wed, 13 Sep 2006 08:37:33 GMT</pubDate>
      <description>Sanggupkah engkau membantuku
untuk bangkit dari keterpurukanku?

Nyala lampu itu telah remang
mampukah engkau menjadi lentera disetiap langkahku?

Aku hanya manusia
yang masih butuh peraduan
untuk mengendapkan rapuhku...</description>
      <comments>http://satucahaya.blogdrive.com/comments?id=21</comments>
    </item>
    <item>
      <title>DreamLine</title>
      <link>http://satucahaya.blogdrive.com/archive/20.html</link>
      <pubDate>Wed, 13 Sep 2006 08:28:09 GMT</pubDate>
      <description>Aku hanya tertelungkup dalam sujudku yang hening
kekalutan hatiku mengalir pada basahnya air mata 
tepekurku terendam balutan doa menggema
memenuhi ruang hati dan kekosongan nurani

Letihku ini hendak kubuang sejauh mungkin
sampai langit ke tujuh sana jika bisa
aku ingin menggantinya denganmu 
yang ternyata adalah cahaya jernih pada palung gelapku
hidup dan menjadi kemewahan dalam lemahku

Jika ini adalah pilihan
atau ini adalah pertaruhan
maka aku ingin seperti inilah mimpiku yang nyata
menjelma dan meruang seluas luasnya

Nyatakah dirimu sebenarnya??</description>
      <comments>http://satucahaya.blogdrive.com/comments?id=20</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Imagine's Wife</title>
      <link>http://satucahaya.blogdrive.com/archive/19.html</link>
      <pubDate>Fri, 08 Sep 2006 15:05:47 GMT</pubDate>
      <description>Mam....
Hidup ini memang tak mudah
seperti membalikkan telapak tangan
penuh lika liku dan reka daya
rasa, kebenaran, tipudaya, salah paham
cinta, benci, khayalan, mimpi, kenyataan
semuanya akan silih berganti datang
menerpa dalam ruang hidup ini
Mam...
Apa yang kita lakukan dan kita rasa saat ini
itulah kenyataan
kehadiran yang akan menjadi sejarah di masa datang
Mam...
Jangan sedih ya
air mata tak apalah sering menghiasi diri
asal jangan mempertaruhkan hati dengan kedukaan

I'll support your life...</description>
      <comments>http://satucahaya.blogdrive.com/comments?id=19</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Pengobat rindu</title>
      <link>http://satucahaya.blogdrive.com/archive/18.html</link>
      <pubDate>Sat, 02 Sep 2006 05:01:02 GMT</pubDate>
      <description>




Meski tangan tak bisa meraih
tapi semoga ada hati yang masih bisa merasa
menjadi kenangan pada saat kita jauh
pengobat rindu...




</description>
      <comments>http://satucahaya.blogdrive.com/comments?id=18</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Saat Mesti Menghilang</title>
      <link>http://satucahaya.blogdrive.com/archive/17.html</link>
      <pubDate>Mon, 28 Aug 2006 11:48:51 GMT</pubDate>
      <description>Bulan datang malam ini...
mengantarkan secarik pesanmu pada selembar kertas bisu
aku telusuri bait-baitnya
dan aku menemukanmu sendirian disana
membawa setumpuk lelagu rindu
pada setangkai cinta yang jauh menunggu

Sudah...
ratapanmu terlalu sayang tercecer dipinggiran selokan
simpan saja untuk rindumu esok waktu
seseorang yang mungkin datang menghampirimu
dengan segudang tawa dan gembira

Kemudian...
kau pasti ingin menebar semai diladangnya
agar tumbuh mekar tunas baru yang sekian lama layu
menjadi sejarah baru untukmu...

:Fa &amp;lt;mendung telah runtuh bukan?&amp;gt;</description>
      <comments>http://satucahaya.blogdrive.com/comments?id=17</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Ciuman Terakhir</title>
      <link>http://satucahaya.blogdrive.com/archive/16.html</link>
      <pubDate>Mon, 28 Aug 2006 11:43:08 GMT</pubDate>
      <description>lalu...
ketika mataharimu berpacu menembus liang jiwaku
aku melenguh tertahan disekujur baramu
diamku kaku, seakan tak lagi punya hidup
seperti pohon-pohon palem yang tegak berdiri disitu

lalu...
aku terkapar disudut elegimu
seperti onggokan janin ditempat sampah
yang dibuang ibunya karena dikira anak jadah

bukan itu yang kini terpikir lagi
tetapi hadirmu kali ini tak sekedar basa basi
saat tanpa ragu kau renggut bibirku
yang makin kelu</description>
      <comments>http://satucahaya.blogdrive.com/comments?id=16</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Pasrah</title>
      <link>http://satucahaya.blogdrive.com/archive/15.html</link>
      <pubDate>Sat, 08 Oct 2005 15:54:47 GMT</pubDate>
      <description>Sang Khaliq, Maha Perkasa
Hamba-Mu berulang kali tercebur ke lubang sumur
tersedak gas racun yang jahat
melumatku hingga luluh berbau peluh
merenta disetiap ujung waktu
membatu lalu terkoyak di pinggir jalanan

Sang Maha Penguasa,
keterpanaanku pada selarik cahaya
diantara ribuan busur panah goda dunia
membuatku meski antri berjejal-jejal
hanya untuk memasuki toilet gelap
di sudut terminal kehampaan
lalu membenamkanku dalam-dalam
menghirup aroma kesenyapan

Sang Maha Bijaksana,
sungguh kiranya kini aku mampu kembali
mendaki dinding sumur yang sudah berlumut kabut
mencapai dunia terang diatas... (more)</description>
      <comments>http://satucahaya.blogdrive.com/comments?id=15</comments>
    </item>
  </channel>
</rss>
