|
pada jingga-Mu senja ini aku menulis tentang kekalutan yang tiba-tiba melandaku tak bisa bergerak sekedar melihat awan-awan emas berarak melintasi cakrawala lalu mengagumi-Mu lalu menyembah-Mu
mengapa kegelapan disepanjang waktuku jauh lebih merajai daripada keindahan senja-Mu ini hingga aku kehilangan persembahan kehilangan Isya', Subuh, Dhuhur, Ashar juga Maghrib-Mu
begitu saja aku terpelanting jatuh terkapar pada perjamuan syetan dimana setiap hari selalu menyuguhkan keindahan semu hitam dan serasa memuaskan
duh Gusti, aku begitu rindu perjamuan kita berdua digelaran sajadah juga zikir-zikir panjang teruntai
duh Sang Maha, berikan satu cahaya itu kembali kepadaku agar aku tak lagi menjadi sampah diatas dunia-Mu yang indah
|