|
Hamba-Mu berulang kali tercebur ke lubang sumur tersedak gas racun yang jahat melumatku hingga luluh berbau peluh merenta disetiap ujung waktu membatu lalu terkoyak di pinggir jalanan Sang Maha Penguasa, keterpanaanku pada selarik cahaya diantara ribuan busur panah goda dunia membuatku meski antri berjejal-jejal hanya untuk memasuki toilet gelap di sudut terminal kehampaan lalu membenamkanku dalam-dalam menghirup aroma kesenyapan Sang Maha Bijaksana, sungguh kiranya kini aku mampu kembali mendaki dinding sumur yang sudah berlumut kabut mencapai dunia terang diatas sana membersihkan nurani hitam disepanjang nafasku cahaya-Mu ku yakin tak akan pernah sirna mencopoti baju kedunguanku yang sekian lama menyatu Sang Maha Pengasih, aku ingin cinta ini abadi sepanjang umurku menemani jasadku setia bersujud diatas sajadah usang hanya untuk-MU |
| Leave a Comment: |