SHORT STORY ABOUT ME

Aku menangis ketika dilahirkan (katanya!). Tapi tangisanku adalah tawa kebahagiaan kedua orang tuaku. Aku lahir di Jogja (tepatnya di sebuah ladang pesisir di lereng perbukitan ::South Hill :: Dhaksinarga :: Gunungkidul::). Sekarang aku mencari celah kehidupan::cita-cita::jatidiri:: di kota Semarang (yang panas tapi asik juga loh!). Sehari-hari beraktivitas pada sebuah jalan :: graphic designer :: namun hobiku yang satu ini (nulis) tak begitu saja hilang. maka lewat media blog ini kusempatkan menuangkan beberapa kalimat sebagai pencerahan hati, pencurahan hati, penghilang gundah, pemusnah gelisah atau nasehat diri saat aku goncang ditinggalkan hasrat dan keyakinan.


TINGGALKAN PESAN & KESAN

   


PREVIOUS POST

<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30


Link Kawan

  • Moyank
  • Cheche
  • Ken Fitria
  • Angin Berbisik
  • Penamerah
  • Hujan Badai



    MENUJU PADANG MBULAN

    Kita yang telah terlahir menjadi makhluk sempurna, penghuni kesenyapan dan kadang riuh dunia. Bergelut membanting asa, memeras keringat bahkan menyabung harga diri untuk suatu tujuan tertentu. Pagi siang dan malam, serta bulan dan bintang, angin dan sunyi, menjadi hiasan yang maha indah, mengiringi langkah dan pijakan kaki diatas bumi.

    Alangkah merdunya suara lagu alam saat hati riang tiada duka. Alangkah manisnya matahari pagi membangunankan dedaunan yang kedinginan dibalut embun. Alangkah berdukanya jika rembulan malam menjadi hitam karena tertutup mendung dan air mata. Alangkah sedihnya saat matahati tak lagi bisa mencari dan melihat keindahan.

    Mari kita bersihkan malam agar rembulan kembali "padang", terang dan bersih cemerlang. Menjadi kencana yang berpijar penuh cinta. Kuatkan keyakinan, tekad dan semangat menuju perubahan dan perbaikan.

    Wrote by Wawan | 16/09/2005





    rss feed



  • Saturday, October 08, 2005
    Ramadhan suci

    betapa mulia
    sebulan ini;

    niatku
    merampungkan ibadah
    hingga raga dan jiwa ini fitrah

    suci,
    seperti saatku menapak bumi

    Ditulis pada 10:40 pm oleh iwank rindasmara
    Komentar gitu loh!  

    Tuesday, October 04, 2005
    pulang

    gelap mulai turun aku mesti pulang sekarang....

    Ditulis pada 10:41 am oleh iwank rindasmara
    Komentar gitu loh!  

    Beranjak

    sudah... cukup banyak kau tumpahkan kata-kata diperutku yang mulai buncit digerogoti cacing zaman kau terus membual meski tiap huruf yang melayang hanya menjadi kerak berdebu diujung jidat lalu hilang... jauh! selamat tinggal...

    Ditulis pada 10:36 am oleh iwank rindasmara
    Komentar gitu loh!  

    Friday, September 16, 2005
    TERJATUH

    bergelut dengan waktu
    sepenggal nafas terantuk
    disepanjang dindingnya yang kasar

    harapan terjatuh
    pada lusuhnya ladang dan perbukitan
    sementara semangat kini tinggal sejarah
    diterkam senyap yang menghantui
    saat-saat ingin berlari

    Ditulis pada 04:32 pm oleh iwank rindasmara
    Komentar gitu loh!  

    Bintang Jatuh

    aku duduk menyilang kaki
    menghisap rokokku dalam-dalam
    kuhitung bintang
    yang jatuh disebelah kakiku

    rembulan memekik
    menangisi
    dan aku terkekeh
    rasa bangga
    malam ini aku kembali jadi pencuri
    setelah sekian tahun aku lumpuh
    menunggu bintang jatuh

    Ditulis pada 04:26 pm oleh iwank rindasmara
    Komentar gitu loh!  

    Thursday, September 15, 2005
    Perahu Kecil

    sungai-sungai kering
    ketika aku mencoba meraih dayung
    dimana aku terduduk lesu
    diatas perahu kecilku
    .........

    Ditulis pada 03:39 pm oleh iwank rindasmara
    Komentar gitu loh!  

    Bayangan

    Ada yang tak bisa dimusnahkan
    dari jiwaku yang mengeras
    ketika kucoba berlari mengejarmu

    hanya bayangan datang
    memaksaku berhenti
    menatap nanar ke ujung jalan
    tepat saat kau menghilang

    Ditulis pada 03:36 pm oleh iwank rindasmara
    Komentar gitu loh!  

    Tuesday, January 04, 2005
    UJIAN

    tiba-tiba...
    seberang pulau mengabari duka
    pada sepenggal pagi yang mendung

    air bah memenggal kebebasan
    lalu sang waktu dipenuhi air mata
    nyawa melayang tak berarti
    luka tersayat berdarah-darah
    anak-anak menjadi yatim piatu
    merintih dalam tangis pilu merindu bapak dan ibu

    bau anyir menyengat
    mayat-mayat membusuk ditiap sudut
    tak ada lagi kehidupan
    kecuali tatapan mata kosong
    menyampaikan belas kasihan

    mari kita bangkit
    memberi apa yang bisa kita beri
    untuk saudara-saudara kita tercinta

    dedicated to : Saudara-saudaraku di ACEH dan SUMUT


    Ditulis pada 01:37 pm oleh iwank rindasmara
    Komentar gitu loh!  

    WAKTU

    waktu menenggelamkan waktu
    menggusur peradaban demi peradaban
    mengejawantahkan wajah manusia
    dalam dimensi warna demi warna

    hitam pekat pelataran hati
    mencumbu kelelahan teramat sangat
    tanpa tanya
    lalu meruntuhkan dinding keyakinan

    ah, jangan terjadi lagi
    waktuku hilang tanpa arti
    lagi


    Ditulis pada 01:17 pm oleh iwank rindasmara
    Komentar gitu loh!  

    Monday, December 20, 2004
    KERINDUAN

    ada yang ingin kuingat
    segumpal rindu dari hitamnya hati
    saat aku merasa bosan dengan kenyataan
    mengapa aku terus berkhayal
    sedang mimpi saja tak pernah kunjung hadir
    menemani tidurku

    kulepas dengan pasrah
    sesuatu rasa ini
    agar menjelma jadi makna
    pada ujung pelarian
    yang tak pernah terjamah kerinduan


    Ditulis pada 08:26 am oleh iwank rindasmara
    Komentar (1)  

    Previous Page Next Page