Saturday, October 08, 2005
betapa mulia
sebulan ini;
niatku
merampungkan ibadah
hingga raga dan jiwa ini fitrah
suci,
seperti saatku menapak bumi
Ditulis pada 10:40 pm oleh iwank rindasmara
Permalink
Tuesday, October 04, 2005
gelap mulai turun
aku mesti pulang
sekarang....
Ditulis pada 10:41 am oleh iwank rindasmara
Permalink
sudah...
cukup banyak kau tumpahkan kata-kata
diperutku yang mulai buncit
digerogoti cacing zaman
kau terus membual
meski tiap huruf yang melayang
hanya menjadi kerak berdebu diujung jidat
lalu hilang... jauh!
selamat tinggal...
Ditulis pada 10:36 am oleh iwank rindasmara
Permalink
Friday, September 16, 2005
bergelut dengan waktu
sepenggal nafas terantuk
disepanjang dindingnya yang kasar
harapan terjatuh
pada lusuhnya ladang dan perbukitan
sementara semangat kini tinggal sejarah
diterkam senyap yang menghantui
saat-saat ingin berlari
Ditulis pada 04:32 pm oleh iwank rindasmara
Permalink
aku duduk menyilang kaki
menghisap rokokku dalam-dalam
kuhitung bintang
yang jatuh disebelah kakiku
rembulan memekik
menangisi
dan aku terkekeh
rasa bangga
malam ini aku kembali jadi pencuri
setelah sekian tahun aku lumpuh
menunggu bintang jatuh
Ditulis pada 04:26 pm oleh iwank rindasmara
Permalink
Thursday, September 15, 2005
sungai-sungai kering
ketika aku mencoba meraih dayung
dimana aku terduduk lesu
diatas perahu kecilku
.........
Ditulis pada 03:39 pm oleh iwank rindasmara
Permalink
Ada yang tak bisa dimusnahkan
dari jiwaku yang mengeras
ketika kucoba berlari mengejarmu
hanya bayangan datang
memaksaku berhenti
menatap nanar ke ujung jalan
tepat saat kau menghilang
Ditulis pada 03:36 pm oleh iwank rindasmara
Permalink
Tuesday, January 04, 2005
tiba-tiba...
seberang pulau mengabari duka
pada sepenggal pagi yang mendung
air bah memenggal kebebasan
lalu sang waktu dipenuhi air mata
nyawa melayang tak berarti
luka tersayat berdarah-darah
anak-anak menjadi yatim piatu
merintih dalam tangis pilu merindu bapak dan ibu
bau anyir menyengat
mayat-mayat membusuk ditiap sudut
tak ada lagi kehidupan
kecuali tatapan mata kosong
menyampaikan belas kasihan
mari kita bangkit
memberi apa yang bisa kita beri
untuk saudara-saudara kita tercinta
dedicated to : Saudara-saudaraku di ACEH dan SUMUT
Ditulis pada 01:37 pm oleh iwank rindasmara
Permalink
waktu menenggelamkan waktu
menggusur peradaban demi peradaban
mengejawantahkan wajah manusia
dalam dimensi warna demi warna
hitam pekat pelataran hati
mencumbu kelelahan teramat sangat
tanpa tanya
lalu meruntuhkan dinding keyakinan
ah, jangan terjadi lagi
waktuku hilang tanpa arti
lagi
Ditulis pada 01:17 pm oleh iwank rindasmara
Permalink
Monday, December 20, 2004
ada yang ingin kuingat
segumpal rindu dari hitamnya hati
saat aku merasa bosan dengan kenyataan
mengapa aku terus berkhayal
sedang mimpi saja tak pernah kunjung hadir
menemani tidurku
kulepas dengan pasrah
sesuatu rasa ini
agar menjelma jadi makna
pada ujung pelarian
yang tak pernah terjamah kerinduan
Ditulis pada 08:26 am oleh iwank rindasmara
Permalink