pada jingga-Mu senja ini
aku menulis tentang kekalutan yang tiba-tiba melandaku
tak bisa bergerak
sekedar melihat awan-awan emas berarak melintasi cakrawala
lalu mengagumi-Mu
lalu menyembah-Mu
mengapa kegelapan disepanjang waktuku
jauh lebih merajai daripada keindahan senja-Mu ini
hingga aku kehilangan persembahan
kehilangan Isya', Subuh, Dhuhur, Ashar juga Maghrib-Mu
begitu saja aku terpelanting jatuh
terkapar pada perjamuan syetan
dimana setiap hari selalu menyuguhkan keindahan semu
hitam dan serasa memuaskan
duh Gusti,
aku begitu rindu perjamuan kita berdua
digelaran sajadah juga zikir-zikir panjang teruntai
duh Sang Maha,
berikan satu cahaya itu kembali kepadaku
agar aku tak lagi menjadi sampah
diatas dunia-Mu yang indah
Ditulis pada 10:04 am oleh iwank rindasmara