Sang Khaliq, Maha Perkasa
Hamba-Mu berulang kali tercebur ke lubang sumur
tersedak gas racun yang jahat
melumatku hingga luluh berbau peluh
merenta disetiap ujung waktu
membatu lalu terkoyak di pinggir jalanan
Sang Maha Penguasa,
keterpanaanku pada selarik cahaya
diantara ribuan busur panah goda dunia
membuatku meski antri berjejal-jejal
hanya untuk memasuki toilet gelap
di sudut terminal kehampaan
lalu membenamkanku dalam-dalam
menghirup aroma kesenyapan
Sang Maha Bijaksana,
sungguh kiranya kini aku mampu kembali
mendaki dinding sumur yang sudah berlumut kabut
mencapai dunia terang diatas sana
membersihkan nurani hitam
disepanjang nafasku
cahaya-Mu ku yakin tak akan pernah sirna
mencopoti baju kedunguanku yang sekian lama menyatu
Sang Maha Pengasih,
aku ingin cinta ini abadi
sepanjang umurku menemani jasadku
setia bersujud diatas sajadah usang
hanya untuk-MU
Ditulis pada 10:54 pm oleh iwank rindasmara