SHORT STORY ABOUT ME

Aku menangis ketika dilahirkan (katanya!). Tapi tangisanku adalah tawa kebahagiaan kedua orang tuaku. Aku lahir di Jogja (tepatnya di sebuah ladang pesisir di lereng perbukitan ::South Hill :: Dhaksinarga :: Gunungkidul::). Sekarang aku mencari celah kehidupan::cita-cita::jatidiri:: di kota Semarang (yang panas tapi asik juga loh!). Sehari-hari beraktivitas pada sebuah jalan :: graphic designer :: namun hobiku yang satu ini (nulis) tak begitu saja hilang. maka lewat media blog ini kusempatkan menuangkan beberapa kalimat sebagai pencerahan hati, pencurahan hati, penghilang gundah, pemusnah gelisah atau nasehat diri saat aku goncang ditinggalkan hasrat dan keyakinan.


TINGGALKAN PESAN & KESAN

   


PREVIOUS POST

<< May 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31


Link Kawan

  • Moyank
  • Cheche
  • Ken Fitria
  • Angin Berbisik
  • Penamerah
  • Hujan Badai



    MENUJU PADANG MBULAN

    Kita yang telah terlahir menjadi makhluk sempurna, penghuni kesenyapan dan kadang riuh dunia. Bergelut membanting asa, memeras keringat bahkan menyabung harga diri untuk suatu tujuan tertentu. Pagi siang dan malam, serta bulan dan bintang, angin dan sunyi, menjadi hiasan yang maha indah, mengiringi langkah dan pijakan kaki diatas bumi.

    Alangkah merdunya suara lagu alam saat hati riang tiada duka. Alangkah manisnya matahari pagi membangunankan dedaunan yang kedinginan dibalut embun. Alangkah berdukanya jika rembulan malam menjadi hitam karena tertutup mendung dan air mata. Alangkah sedihnya saat matahati tak lagi bisa mencari dan melihat keindahan.

    Mari kita bersihkan malam agar rembulan kembali "padang", terang dan bersih cemerlang. Menjadi kencana yang berpijar penuh cinta. Kuatkan keyakinan, tekad dan semangat menuju perubahan dan perbaikan.

    Wrote by Wawan | 16/09/2005





    rss feed



  • Monday, March 10, 2008
    Maaf

    Aku tak pernah bisa
    meski hanya menghapus sisa bayangmu
    yang melekat erat menjerat

    Aku bukan memujamu
    meski kutak pernah bisa menyangkal
    memori itu sama sekali belum bisa terganti
    dengan apapun

    Biar kini kau tak lagi disini
    menulis lembar-lembar diary pada petak hariku
    tapi bola matamu selalu saja menemani sendiriku

    Maaf...
    Aku masih mencintaimu


    Ditulis pada 11:27 am oleh iwank rindasmara
    Komentar (2)  

    Monday, February 04, 2008
    Satu Cahaya

    pada jingga-Mu senja ini
    aku menulis tentang kekalutan yang tiba-tiba melandaku
    tak bisa bergerak
    sekedar melihat awan-awan emas berarak melintasi cakrawala
    lalu mengagumi-Mu
    lalu menyembah-Mu

    mengapa kegelapan disepanjang waktuku
    jauh lebih merajai daripada keindahan senja-Mu ini
    hingga aku kehilangan persembahan
    kehilangan Isya', Subuh, Dhuhur, Ashar juga Maghrib-Mu

    begitu saja aku terpelanting jatuh
    terkapar pada perjamuan syetan
    dimana setiap hari selalu menyuguhkan keindahan semu
    hitam dan serasa memuaskan

    duh Gusti,
    aku begitu rindu perjamuan kita berdua
    digelaran sajadah juga zikir-zikir panjang teruntai

    duh Sang Maha,
    berikan satu cahaya itu kembali kepadaku
    agar aku tak lagi menjadi sampah
    diatas dunia-Mu yang indah



    Ditulis pada 10:04 am oleh iwank rindasmara
    Komentar gitu loh!  

    Tuesday, January 29, 2008
    Kembali Hampa

    Setelah lelapku bersemayam
    dalam hening seperti kematian yang tiba-tiba
    aku bangun bersama nafas tersengal-sengal
    mencampakkan mimpi gelisah
    yang baru saja menamparku

    ah sepi disini, pada kemana?
    jejak pun tak ada
    apalagi cengkerama dan canda tawa

    gundahku membucah
    terasa lelah
    apalagi?
    kecuali pasrah


    Ditulis pada 03:22 pm oleh iwank rindasmara
    Komentar gitu loh!  

    Wednesday, September 13, 2006
    Aku

    Sanggupkah engkau membantuku
    untuk bangkit dari keterpurukanku?

    Nyala lampu itu telah remang
    mampukah engkau menjadi lentera disetiap langkahku?

    Aku hanya manusia
    yang masih butuh peraduan
    untuk mengendapkan rapuhku...


    Ditulis pada 03:37 pm oleh iwank rindasmara
    Komentar (3)  

    DreamLine

    Aku hanya tertelungkup dalam sujudku yang hening
    kekalutan hatiku mengalir pada basahnya air mata
    tepekurku terendam balutan doa menggema
    memenuhi ruang hati dan kekosongan nurani

    Letihku ini hendak kubuang sejauh mungkin
    sampai langit ke tujuh sana jika bisa
    aku ingin menggantinya denganmu
    yang ternyata adalah cahaya jernih pada palung gelapku
    hidup dan menjadi kemewahan dalam lemahku

    Jika ini adalah pilihan
    atau ini adalah pertaruhan
    maka aku ingin seperti inilah mimpiku yang nyata
    menjelma dan meruang seluas luasnya

    Nyatakah dirimu sebenarnya??


    Ditulis pada 03:28 pm oleh iwank rindasmara
    Komentar gitu loh!  

    Friday, September 08, 2006
    Imagine's Wife

    Mam....
    Hidup ini memang tak mudah
    seperti membalikkan telapak tangan
    penuh lika liku dan reka daya
    rasa, kebenaran, tipudaya, salah paham
    cinta, benci, khayalan, mimpi, kenyataan
    semuanya akan silih berganti datang
    menerpa dalam ruang hidup ini

    Mam...
    Apa yang kita lakukan dan kita rasa saat ini
    itulah kenyataan
    kehadiran yang akan menjadi sejarah di masa datang

    Mam...
    Jangan sedih ya
    air mata tak apalah sering menghiasi diri
    asal jangan mempertaruhkan hati dengan kedukaan

    I'll support your life...


    Ditulis pada 10:05 pm oleh iwank rindasmara
    Komentar (3)  

    Saturday, September 02, 2006
    Pengobat rindu





    Meski tangan tak bisa meraih
    tapi semoga ada hati yang masih bisa merasa
    menjadi kenangan pada saat kita jauh
    pengobat rindu...





    Ditulis pada 12:01 pm oleh iwank rindasmara
    Komentar (2)  

    Monday, August 28, 2006
    Saat Mesti Menghilang

    Bulan datang malam ini...
    mengantarkan secarik pesanmu pada selembar kertas bisu
    aku telusuri bait-baitnya
    dan aku menemukanmu sendirian disana
    membawa setumpuk lelagu rindu
    pada setangkai cinta yang jauh menunggu

    Sudah...
    ratapanmu terlalu sayang tercecer dipinggiran selokan
    simpan saja untuk rindumu esok waktu
    seseorang yang mungkin datang menghampirimu
    dengan segudang tawa dan gembira

    Kemudian...
    kau pasti ingin menebar semai diladangnya
    agar tumbuh mekar tunas baru yang sekian lama layu
    menjadi sejarah baru untukmu...

    :Fa <mendung telah runtuh bukan?>


    Ditulis pada 06:48 pm oleh iwank rindasmara
    Komentar gitu loh!  

    Ciuman Terakhir

    lalu...
    ketika mataharimu berpacu menembus liang jiwaku
    aku melenguh tertahan disekujur baramu
    diamku kaku, seakan tak lagi punya hidup
    seperti pohon-pohon palem yang tegak berdiri disitu

    lalu...
    aku terkapar disudut elegimu
    seperti onggokan janin ditempat sampah
    yang dibuang ibunya karena dikira anak jadah

    bukan itu yang kini terpikir lagi
    tetapi hadirmu kali ini tak sekedar basa basi
    saat tanpa ragu kau renggut bibirku
    yang makin kelu


    Ditulis pada 06:43 pm oleh iwank rindasmara
    Komentar gitu loh!  

    Saturday, October 08, 2005
    Pasrah

    Sang Khaliq, Maha Perkasa
    Hamba-Mu berulang kali tercebur ke lubang sumur
    tersedak gas racun yang jahat
    melumatku hingga luluh berbau peluh
    merenta disetiap ujung waktu
    membatu lalu terkoyak di pinggir jalanan

    Sang Maha Penguasa,
    keterpanaanku pada selarik cahaya
    diantara ribuan busur panah goda dunia
    membuatku meski antri berjejal-jejal
    hanya untuk memasuki toilet gelap
    di sudut terminal kehampaan
    lalu membenamkanku dalam-dalam
    menghirup aroma kesenyapan

    Sang Maha Bijaksana,
    sungguh kiranya kini aku mampu kembali
    mendaki dinding sumur yang sudah berlumut kabut
    mencapai dunia terang diatas sana
    membersihkan nurani hitam
    disepanjang nafasku

    cahaya-Mu ku yakin tak akan pernah sirna
    mencopoti baju kedunguanku yang sekian lama menyatu

    Sang Maha Pengasih,
    aku ingin cinta ini abadi
    sepanjang umurku menemani jasadku
    setia bersujud diatas sajadah usang
    hanya untuk-MU

    Ditulis pada 10:54 pm oleh iwank rindasmara
    Komentar gitu loh!  

    Next Page